Sekilas Mengenai Songkok

songkok peci kopiah

Songkok, tanjak, serban merupakan jenis busana yang dipakai di kepala. Pemakaian songkok pada umumnya sering kali dikaitkan dengan upacara keagamaan, upacara kepahlawanan dan upacara adat istiadat. Dikenalnya songkok, tanjak dan serban diyakini karena dibawa oleh para pedagang India yang datang ke Tanah Melayu untuk berniaga di masa lalu.

Penggunaan songkok sangat umum dipakai oleh masyarakat Melayu khususnya yang beragama Islam. Penggunaan songko akan terlihat anatar lain saat menunaikan solat ataupun menghadiri upacara resmi. Songkok begitu populer di mayarakat Melayu seperti Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Brunei.

Secara khusus songkok juga dipakai oleh siswa-siswa sekolah agama di beberapa negara tersebut tadi. DI Indonesia juga berlaku seperti ini dimana kita bisa melihat anak-anak sekolah agama yang memakai seragam dan di lengkapi dengan songkok di kepalanya.

Dalam berbagai acara resmi misalnya, songkok juga dipakai. Pejabat pejabat di Indonesia juga identik dengan penggunaan songkok, beberapa yang pergi keluar negeri juga dalam kunjungan resmi kenegaraan terlihat banyak penggunaan songkok oleh para pejabat Indonesia.

Songkok berupa peci hitam bahkan sudah menjadi sebuah identitas bagi warga Indonesia. Presiden pertama Indonesia Soekarno adalah yang mempopulerkan songkok peci hitam sebagai sebuah identitas nasional. Beliau selalu setia mengenakan songkok peci hitam kemanapun pergi termasuk dalam semua kunjungan dan pertemuannya dengan pemimpin negara lain.

Bentuk songkok hampir sama dengan fez atau tarbus yang amat popular di Turki. Tarbus sebenarnya berasal dari Yunani Purba dan diadaptasi oleh kerajaan Turki Uthmaniyyah. Pada awalnya, serban panjang akan dililit pada bagian tepi tarbus, tetapi lama kelamaan serban yang dililitkan sudah tidak digunakan lagi. Tarbus awalnya berbentuk bulat, tetapi kini sedikit panjang atau lonjong dan keras. Di Turki sendiri tarbus identik dengan warna merah.

tarbus ini adalah cikal dariĀ  songkok yang popular di Melayu. Dari bentuk awal tarbusCuma tarbus diubah sedikit menjadi sedikit bujur dan permukaan bagian atasnya diubah menjadi rata. Dan bentuk inilah yang bertahan hingga saat ini.

Dulunya songkok diperbuat potongan kertas, kain baldu dan satin. Potongan kertas disusun di antara lapisan kain satin agar songkok tersebut menjadi kaku. Kini, penggunaan kadbod menggantikan penggunaan kertas tersebut. Songkok dijahit rapi mengikut bentuk, ketinggian dan ukuran kepala yang sesuai kemudian kain baldu dijahit.

Seiring perkembangan dunia fashion yang merambah juga ke pakaian bernuansa islami, songkok semakin bertambah variasinya. Saat ini songkok tidak lagi selalu berwarna hitam, bermacam warna saat ini bisa ditemui, dan tidak lagi polos karena saat ini selain banyak perpaduan warna juga ada jenis songkok polos yang di beri motif bordir.

Demikianlah tulisan singkat seputar songkok, kami menjual produk produk songkok nasional. Kami menempatan diri sebagai grosir peci songkok dan menerima pesanan songkok dari seluruh Indonesia.

Related Posts:

kopiah

Sejarah Penggunaan Fez – Peci Khas Turki

Sekilas tentang sebuah history seputar penggunaan Fez. Pada tahun 1826...

peci-hitam-polos

Songkok Recca – Peci Kebanggaan Masyarakat Bone

Indonesia terkenal kaya dengan keanekaragaman budaya. Kekayaan budaya Indonesia salah...

1-bung-karno

Peci Hitam dan Identitas Paling Indonesia

Sudah tak asing lagiĀ  bagi bangsa Indoneisa, betapa Bapak Proklamator...