Penggunaan Fez Dalam Militer Dunia

kopiah

Fez ( peci )merah dengan rumbai biru adalah hiasan kepala standar dari angkatan darat Turki dari tahun 1840-an sampai diperkenalkannya seragam pelayan khaki dan helm pelindung pada tahun 1910. Satu-satunya pengecualian yang signifikan yang kavaleri dan beberapa unit artileri yang mengenakan topi kulit domba dengan kain berwarna tops. Tentara Albania juga mengenakan fez jenis ini tetapi denga warna putih. Selama Perang Dunia I fez itu masih dipakai oleh beberapa unit cadangan angkatan laut dan kadang-kadang oleh tentara ketika bertugas.

The Evzones resimen Angkatan Darat Yunani memakai versi khas fez dari 1837 sampai Perang Dunia II. Sekarang bertahan di seragam parade Pengawal Presiden di Athena.

kopiahfez pada pertengahan abad ke-19  mulai diadopsi secara luas sebagai hiasan kepala. Resimen Perancis – Afrika Utara (Zouaves, Tirailleurs, dan Spahis) mengenakan fez yang lebar, berwarna merah dengan jumbai berurai dari berbagai warna.

Batalyon Libya dan skuadron pasukan kolonial Italia mengenakan fez pendek, berwarna merah lebih topi tengkorak putih.

Resimen Somalia dan Eritrea dalam pelayanan Italia mengenakan fezzes merah tinggi dengan jumbai berwarna yang bervariasi sesuai dengan unit.

Askaris Jerman di Afrika Timur mengenakan fezzes mereka dengan khaki mencakup di hampir semua kesempatan.

Belgia Angkatan Publique di Kongo mengenakan fezzes merah besar dan floppy mirip dengan Perancis Tirailleurs Sénégalais dan Portugis Companhias indigenas.

Afrika Rifles Inggris Raja (direkrut di Afrika Timur) mengenakan tinggi fezzes lurus-sisi baik merah atau hitam, sedangkan Afrika Barat Frontier Angkatan mengenakan versi merah rendah.

Mesir Tentara mengenakan model klasik Turki sampai 1950.

The West India Resimen Angkatan Darat Inggris mengenakan fez sebagai bagian dari Zouave-gaya berpakaian penuh sampai unit ini bubar pada tahun 1928. Tradisi ini dilanjutkan dalam gaun penuh band dari Barbados Resimen, dengan sorban putih melilit dasar.

Sementara fez itu item berwarna-warni dan indah seragam itu dalam beberapa cara sebuah hiasan kepala tidak praktis. Jika dipakai tanpa penutup menjemukan itu membuat kepala target untuk tembakan musuh, dan itu memberikan sedikit perlindungan dari matahari.

Akibatnya, itu semakin terdegradasi ke parade atau off-tugas pakai oleh Perang Dunia II, meskipun tirailleurs Afrika Perancis Barat terus memakai versi khaki tertutup di lapangan sampai sekitar 1943. Selama periode akhir pemerintahan kolonial di Afrika ( sekitar 1945-1962) fez itu terlihat hanya sebagai item penuh gaun di Prancis, Inggris, Belgia, Spanyol dan Afrika unit Portugis digantikan oleh topi bertepi lebar atau topi hijauan pada kesempatan lain. Pasukan polisi kolonial, namun, biasanya dipertahankan fez sebagai pakaian tugas normal untuk personel asli.

Tentara pasca kemerdekaan di Afrika membuang fez merekakarena disebut sebagai peninggalan kolonial. Namun nyatanya fez masih dipakai oleh seremonial Gardes Rouge di Senegal sebagai bagian dari mereka seragam gaya Spahi

Bersaglieri Italia mengadopsi fez sebagai hiasan kepala informal yang melalui pengaruh Zouaves Perancis, dengan siapa mereka bertugas di Perang Crimean.

Arditi Italia di Perang Dunia pertama mengenakan fez hitam (songkok hitam) yang kemudian menjadi item seragam rezim fasis Mussolini.

The Regulares Spanyol (sebelumnya Moor) Tabors ditempatkan di exclaves Spanyol Ceuta dan Melilla, di Afrika Utara, mempertahankan seragam parade yang mencakup fez dan jubah putih.

Unit Filipina di hari-hari awal US memerintah secara singkat mengenakan fezzes hitam.

The Liberia Frontier Force, meskipun tidak kekuatan kolonial, mengenakan fezzes sampai tahun 1940-an.

Sebagian besar tentara muslim Bosnia dari 13th Waffen Divisi Gunung SS Handschar, yang direkrut dari Bosnia, menggunakan fez abu-abu merah atau dengan Waffen SS cap lencana pada paruh kedua Perang Dunia II. Resimen infanteri Bosnia di bekas Kekaisaran Austria-Hungaria juga telah dibedakan dengan mengenakan fez sampai akhir Perang Dunia I.

Dua resimen Angkatan Darat India yang direkrut dari wilayah Muslim mengenakan fezzes dan dibawah kekuasaan Inggris (meskipun turban adalah hiasan kepala hampir-universal di antara Hindu dan Muslim).

Banyak relawan resimen Zouave mengenakan fez seperti jenis fez yang dipakai oleh tentara Perancis – Afrika Utara selama Perang Saudara Amerika.

Related Posts:

kopiah

Sejarah Penggunaan Fez – Peci Khas Turki

Sekilas tentang sebuah history seputar penggunaan Fez. Pada tahun 1826...

peci-hitam-polos

Songkok Recca – Peci Kebanggaan Masyarakat Bone

Indonesia terkenal kaya dengan keanekaragaman budaya. Kekayaan budaya Indonesia salah...

songkok peci kopiah

Sekilas Mengenai Songkok

Songkok, tanjak, serban merupakan jenis busana yang dipakai di kepala....